Bedtime - Cinderella

|
Shaven’s Extreme Bedtime Stories
-Post 1: “Cinderella”-
by Shaven

Pada suatu ketika.

Heran juga. Kenapa setiap kisah pengantar tidur seperti ini selalu dimulai dengan kalimat ‘Pada Suatu Ketika’? Kalo pake bahasa Inggris ya jadi ‘Once Upon A Time’. Lanjutannya juga biasanya mudah ditebak, misalnya saja: ‘hiduplah seorang putri/pangeran’, ‘di suatu desa yang damai’ atau kalimat ‘tersebutlah seorang raja/ratu’.

Sepertinya kalimat-kalimat itu sudah paten jadi password khas cerita pengantar tidur. Seolah-olah anak-anak yang akan mengerti bahwa kisah yang sedang diceritakan adalah sebuah dongeng karena diawali dengan kalimat itu.

Suatu saat nanti harus diubah biar gak ngebosenin. Mungkin gini… ‘Ternyata…’ atau ‘Astaga!’ hihihi… gak pas banget yah? Baru mulai cerita kok udah ngaget-ngagetin. ‘Astaga, hiduplah seorang putri nih, namanya Cinderella! Gila dong!’ Hihihi… kok gak enak banget yah? Ya udah, kita pake cara lama aja lah…

Pada suatu ketika, hiduplah seorang gadis muda yang bernama Cinderella.

(penulis dienterupsi pembaca)

Hmm? Apa? Kenapa kok namanya Cinderella? Bukan Sri Subekti, Paijem atau Parsinah misalnya? Ya jangan tanya saya. Yang jelas Cinderella bukan orang Jawa, itu sebabnya dia namanya Cinderella. Jangan keliru pula dengan Cindelaras, yang itu benar-benar dongeng Jawa dan juga tukang adu ayam, kalo Cinderella gak sebrutal itu dengan ayam. Cinderella suka makan ayam? Mungkin. Dia jagonya ngabis-abisin ayam goreng kalo pas lagi jajan di Fried Chicken…

…apaan sih!! Malah jadi ngelantur! Mau dilanjutin nggak nih ceritanya?
Nggak?
Lho?
Waaaa!
Penulis jadi males nih!

Nah, Cinderella ini…

(penulis dienterupsi pembaca)

Apa lagi? Dasar pembaca bawel! Aku gak tau nama panjangnya! Mana aku tau siapa nama panjang Cinderella! Dari dulu juga cuman Cinderella! Anggap saja Cinderella Bleszynski. Biar nyaho! Hihihi…

Nah, Cinderella ini…

(penulis dienterupsi pembaca)

Walah… apa lagi??? Penulis jadi kelamaan pending nih! Gak jadi cerita lho kalo pembaca sekalian bawel terus! Mo nanya apa? Hah!? Astaga naga, mana aku tahu dia suka chatting ato nggak! Jangan heran kalo dia gak pernah muncul di #cybernovel atau nongol di YM!!!

Udah ah! Terusin aja yah?

Nah, Cinderella ini tinggal di sebuah rumah mewah bersama Ibu tiri dan kedua kakak tirinya. Ayah Cinderella adalah seorang penulis RPCN, namun sudah meninggal gara-gara tidak kuat mengikuti jadwal deadline dan terus diburu-buru oleh para HC.

Konon ada kata pepatah begini: “Kejamnya Ibu Tiri tidak sekejam Ibu Kota.”, memang pepatah itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan cerita ini, tapi penulis iseng aja pengen masukin pepatah itu… hehehe…

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Waktu terasa begitu lambat. Paling tidak begitu rasanya bagi seorang Cinderella, gadis yang sangat cantik itu sedang mencuci pakaian saudari-saudari tirinya dengan senang hati dan tanpa dendam, paling cuma dongkol, tapi cuma dikit kok, beneran dikit, asli, suwer.

Sambil menyiulkan lagu dangdut kesukaannya, Cinderella mencuci di samping sumur ditemani oleh burung-burung yang berkicau, tikus-tikus yang mencicit riang, kuda, gajah, harimau, jerapah, ini rumah apa kebun binatang toh?

Walaupun bekerja keras dan meneteskan keringat segede gedung opera Sidney, tapi keelokan Cinderella tiada pudar. Malah dengan bekerja keras seperti ini Cinderella bisa mengirit biaya ke fitness centre dan membentuk badannya hingga sintal.

Bagi kakak-kakak tirinya, kecantikan dan keseksian Cinderella amatlah menganggu. Mereka menganggap kalo gadis itu lebih pantas dijadiin pembantu daripada pembalap formula satu. Errr… apa hubungannya yah? Pokoknya, mereka jealous abiz sama kecantikan Cinderella. Mereka sudah mencoba segala cara, pergi ke segala macam dukun dan memakai berbagai merk make up, namun tiada bisa bersaing dengan Cinderella. Mulai dari perawatan wajah, operasi plastik ala Michael Jackson, angkat dada ala Pamela Anderson, bonding rambut ala Yanto Stuck On You, sampai rubah tinggi badan pakai Ortopedi, tidak ada hasilnya sama sekali. Cara satu-satunya yang paling mujarab ya cuma mengirim Cinderella untuk bersih-bersih rumah dan memberinya setumpuk pekerjaan. Kenapa? Biar gak ada saingan. Kalo Cinderella disimpen dan disekap sedemikian rupa, mudah-mudahan gak ada yang tau kalo dia itu cantik menarik bak Dian Sastro dicampur sama Liv Tyler (malah kacau yah kayaknya?).

Mereka semua (Ibu Tiri dan Kakak2 Tiri Cinderella) berharap dengan mengerjakan seabrek pekerjaan berat dan kasar, Cinderella akan kehilangan kecantikan dan pesonanya. Mungkin mereka belum pernah nonton film ‘Inem Pelayan Seksi’ yah, disitu kan pembantu lebih cakep daripada majikannya.

Tapi Cinderella masa bodoh, dia hidup dengan santai, pekerjaan seberat apapun dikerjakan dengan senang hati. Dia tidak menaruh dendam atau apapun pada Ibu dan saudari-saudarinya.

Sampai pada suatu ketika…

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Huhuhuhu…” Cinderella menangis tersedu-sedu di dekat sumur.

Kenapa kok gadis cantik itu menangis?

Jadi gini ceritanya, seminggu yang lalu, utusan dari kerajaan datang mengabarkan berita yang ada hubungannya dengan Pangeran Tampan yang konon cakepnya gak kalah dengan Pangeran William dari Inggris. Dia sangat-sangat tampan dan sangat-sangat lajang. Sang Raja dan Ratu rada-rada khawatir juga, kalo Pangeran gak buru-buru cari pendamping, maka tabloid-tabloid berbibir nyinyir yang suka menggosip akan menuduhnya gay. Itu sebabnya mereka meminta Pangeran mengadakan pesta dansa sekaligus mencari pasangan.

Undangan disebar ke seantero kerajaan, seluruh gadis yang tinggal di kerajaan Aestera diundang, termasuk tiga High Council (si cute, si imut dan si kawaii), tidak ketinggalan kakak2 tiri Cinderella dan Cinderella sendiri.

Pada awalnya Ibu Tiri membiarkan saja Cinderella bahagia dengan rencana pesta dansa yang diadakan pangeran, gadis itu sangat gembira karena bisa bertemu dengan Prince Charming dambaannya. Dia menjahit pakaiannya sendiri dengan kain-kain yang seadanya namun pantas pakai, dan dasar Cinderella termasuk jajaran most beautiful person in the world, dia kelihatan luar biasa sekali, mempesona. Ini jelas tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh kakak2 tirinya. Mereka merencanakan sesuatu dengan licik.

Tepat pada malam pesta dansa, semua bersiap-siap berangkat, termasuk Cinderella. Tapi dengan taktik licik dari Ibu Tiri, kedua kakak Cinderella menggunakan gunting dan cutter segera mengiris-iris baju Cinderella bak kue lapis, dan membuat pakaiannya hancur berantakan. Cinderella benar-benar shock, seluruh impiannya hancur, seluruh harapannya punah. Mampus deh.

Kini, saat kedua kakaknya pergi ke pesta dansa diiringi oleh Ibu Tiri, Cinderella menangis tersedu-sedu di samping sumur dengan baju compang-camping.

“Huhuhuhu…” Cinderella menangis.

“Lalalalala…” Cinderella gila. Hihihi…

Tanpa sepengetahuan Cinderella, dari atas langit, sinar biru sedari tadi mengawasinya. Sinar itu lama-kelamaan tidak tega. Dia turun ke bawah dan menemui Cinderella dengan wujud aslinya.

Cinderella melompat kaget .

“Ka-kamu Nenek Lampir?” tuduh Cinderella asal.
“Enak aja kalo nuduh!” Ibu Peri lalu berputar-putar memamerkan gaun birunya yang indah sambil menggoyang-goyang tongkat sihir yang bermandikan cahaya ala kembang api, biar rada keliatan special-effect-nya. “Akulah Fairy Godmother. Pelindungmu.”
“Fairy Ghostbuster?”
“Godmother!!” Ibu Peri ngamuk. “Ini anak udah jadi tokoh utama kok masih bloon juga.”
“Oh… hiks… habis lagi sedih nih… bete!… hiks…”
“Cup… cup… anak manis gak usah sedih. Kamu pengen berangkat ke pesta?”
“Pengen banget… hiks…”
“Walaupun harus pulang tengah malam nanti?”
“Walaupun… hiks…”
“Walaupun harus datang dengan baju compang-camping?”
“Walau… eh nggak! Kalau yang itu gak mau… tengsin sama Pangeran…”

“Very well…” dengan sihirnya, Ibu Peri menggesek kartu pada mesin ATM dan tiba-tiba saja, jreeeeeeng!! Semuanya berubah.

Pertama buah labu, berubah menjadi kereta kerajaan yang sangat indah.
Kedua, para tikus berubah menjadi kuda kerajaan yang sangat gagah.
Ketiga, para kuda berubah menjadi sais.
Keempat, mesin cuci berubah menjadi AC untuk kenyamanan berkendaraan.
Kelima, sendal jepit jadi sepatu kaca.
Dan terakhir…

Cinderella langsung naik ke kereta sambil buru-buru menyodorkan uang pada saisnya. “Bang! Ke kerajaan bang! Lima ribu aja yah…”

“Woi! Woi! Woi!” protes Ibu Peri. “Enak aja ini anak! Bajumu masih kayak gitu udah main selonong! Ayo sini, ganti dulu! Shalakaboo la matricaboo la bibbidy babbidy boo!”

Dan saat sinar biru menjelajah tubuh Cinderella, pakaian compang-campingnya berubah menjadi indah, dan Cinderella pun berubah menjadi…

“Sailor Moon!” teriak Cinderella. “Dengan kekuatan bulan… akan menghukummu!”

Ibu Peri pingsan.

“Aduh… aduh… sorry… salah mantera!” sahut Ibu Peri waktu tersadar, dan setelah membenahi sihirnya, Cinderella jadi nampak cantik laksana Miss Universe. Setelah melihat penampilan Cinderella, konon produk minuman UC1000 berniat untuk menanyakan ‘How many miligrams of Vitamin C have you had today?’.

Setelah mengucapkan terima kasih yang amat sangat dan berjanji akan membayar utang baju dengan cicilan tiga kali bayar, Cinderella pamit dan segera berangkat ke Istana Kerajaan.

Sebelum pergi, Ibu Peri berpesan. “Ingat baik-baik! Jam 12 Malam nanti sihir ini akan musnah, jadi sebaiknya kamu segera pulang jam segitu.”

Cinderella mengangguk.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Ballroom yang begitu penuh itu menjadi syahdu, semua mata memandang kearah sepasang pemuda-pemudi yang nampak begitu serasi berdansa berdua diiringi paduan suara Soneta Group dan band kerajaan pimpinan Purwatjaraka.

Sang Raja dan Ratu yang duduk bersebelahan di singgasana saling berpegangan tangan dan tersenyum menyaksikan putra mahkota mereka yang sudah sejak lama mencari pendamping akhirnya menemukan juga pujaan hati yang cukup serasi dengannya. Yah, paling tidak si Pangeran tidak jadi berpacaran dengan Elton John, walaupun sudah sering digosipkan.

Tadinya pesta ini begitu membosankan bagi sang Pangeran, tiada sedikitpun gadis yang membuatnya tergerak. Nicole Kidman lewat, Dian Sastro lewat, Mpok Ati lewat.

Akhirnya dia muncul juga, Cinderella. Gadis tercantik di seantero galaksi. Pangeran langsung ngiler dan ngibrit, mendekati Cinderella untuk mengajaknya berdansa. Cinderella dasarnya ganjen, mau-mau aja diajak dansa. Asyik.

“Cinderella.” Dengan mata terpejam, Prince Charming memanggil nama gadis yang sedang dipeluknya.
“Oalah, Pangeran Tampanku.” Cinderella mengedip-kedipkan mata dengan genit.
“Cinderella…”
“Iya, Pangeranku sayang?”
“Cinderella, kakiku jangan diinjek!! Sakit tahu! T_T”
“HUWAAA!! Maap! Maap!”

Kekekeke… ternyata dari tadi Cinderella nginjek kaki sang Prince Charming waktu berdansa. Pantesan kok anteng banget. Kirain Prince Charming itu kalem dan sopan, ternyata menahan sakit toh.

“Cinderella, aku gak ngira kalo di kerajaanku ada cewek secakep kamu.”
“Sama juga, aku gak ngira kalo pangeran ternyata setampan ini.”
“Lho? Apa kamu jarang-jarang nonton infotainment?”
“Jarang sekali, Pangeran.”
“Yah, kalo begitu coba biasakan nonton, aku sering muncul kok, digosipin sama ratu-ratu dangdut nusantara.”
“Jayus sih, tapi yah… apa salahnya.” Cinderella mengangkat bahu sambil terus melenggok kayak ondel-ondel.

Ding! Dong! Ding! Dong!

Terdengar bunyi suara bel berdentang di seluruh penjuru istana, seolah-olah jam kukuk yang bertengger di atas kursi singgasana Sang Raja tiada cukup nyaring untuk membangunkan Sang Raja yang suka bangun pagi untuk mencuri susu Sang Ratu dari kulkas.

Ding! Dong! Ding! Dong!

Cinderella terkejut!

Dia teringat dengan peringatan Sang Ibu Peri tadi… martabak asin tiga, martabak manis dua, sekalian beliin tempe goreng di… eh kayaknya bukan itu deh pesen Ibu Peri tadi. pesen apa yah? Duh, akhir-akhir ini Cinderella sering lupa. Oh iya! Pesen gado-gado! Eh bukan juga deng, apa yah tadi… oh iya… kalau sudah jam 12 malam, pengaruh sihir yang membuat Cinderella menjadi Miss Universe akan lenyap dan dirinya akan kembali menjadi Cinderella si tukang laundry.

Waduh! Bujubuset! Musti pulang ke rumah! Celaka tiga belas! Kupret Dilaga! Cinderella langsung bergegas dengan terburu-buru.

*swings!~*
*gubraks!~*

Hihihi, Pangeran dilempar Cinderella ke arah jam kukuk saking terburu-burunya.

“Cinderella…”

Buru-buru Pangeran berlari keluar Istana, tapi Cinderella tak terkejar lagi. Hanya sepatu kacalah yang tertinggal. Pangeran terdiam terpekur tanpa daya menimang sepatu kaca milik putri pujaannya.

Sebenarnya ada juga sendal yang tertinggal. Tapi mana sudi Pangeran mengambilnya, itu sendal jelas punya si Toyib yang suka bersih-bersih istana.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Hari itu, adalah hari kesekian usai pesta dansa.

Utusan dari kerajaan datang lagi. Kali ini dia membawa sepatu kaca kemana-mana. Memaksa setiap orang memakainya. Karena siapapun yang bisa mengenakan sepatu ini, akan dijadiin istri dari Pangeran Tampan dan kelak mewarisi kerajaan Aestera.

Semua orang mencoba, namun tidak ada yang sanggup memakainya.

Mercury mencoba memakai. “Terlalu besar jempolnya!” teriak utusan sambil mengusir Merc.
HolyKnight mencoba memakai. “Terlalu besar kelingkingnya!” teriak sang utusan.
Shaven mencoba memakai. “Terlalu seksi!”
HK dan Merc langsung menghajar Shaven beramai-ramai. Hihihi…

Di rumah Cinderella, kakak2 tiri Cinderella mencoba memakai, tapi tentu saja dengan ukuran kaki segede bagong mereka tidak bisa mengenakannya. Ibu Tiri yang gak kalah ganjen mencoba memakai (yah, siapa tau Pangeran doyan sama janda), tapi tetep saja gagal.

Cinderella yang berusaha mati-matian menarik perhatian sang utusan akhirnya mendapat kesempatan terakhir.

Dan kakinya masuk dengan sempurna. Karena memang sepatu kaca itu adalah milik Cinderella.

Dengan serta merta, Cinderella diboyong ke Istana.

Selang beberapa saat kemudian, Cinderella dan Pangeran Tampan menikah. Mereka hidup bahagia selamanya, live happily ever after. Dengan dua anak, laki perempuan sama saja.

THE END

Moral dari cerita ini: Kalo bisa jangan pake sepatu dari kaca, selain gak enak, sempit, lagipula berbahaya kalo pecah. Hihihi…

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Demikianlah dongeng Cinderella versi Shaven. mudah-mudahan tidak mengecewakan karena disingkat sana-sini, toh intinya aja yang penting yah. Nantikan Shaven’s Extreme Bedtime Stories berikutnya dengan kisah dongeng yang lain, “Snow White and The Seven Dwarf”.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-


0 comments: