The Rays of Avera
Created by Shaven
CHAPTER FOUR
Crossfire Hurricane
“Crossfire Hurricane adalah tembakan akumulasi ki yang digabungkan dengan dua Rune Orb berelemen api dan angin. Hasilnya adalah tembakan badai api terpusat pada satu titik namun memiliki ekor api dan angin yang menyebar ke segala penjuru.” Rover menerangkan. “Ini adalah ilmu turun temurun keluarga Ray. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakannya karena efeknya lumayan gawat.”
“A-apa!?” Mark berkeringat dingin. “Jangan-jangan…”
“Jangan-jangan Tuan Rover akan meninggal setelah menggunakan Crossfire Hurricane?” desak Maia yang juga menjadi khawatir. “Jangan! Kumohon jangan gunakan, Tuan Rover!!”
“Siapa bilang aku bakal mati?” Rover melengos. “Enak aja nuduh! Efeknya adalah si pengguna akan lapar berat. Padahal ransum yang kita bawa hanya terbatas… hmm… benar-benar harus dipikirkan masak-masak…”
GUBRAGS!!
Maia dan Mark jatuh terjengkang.
“YANG BENAR SAJAAA!! KALO CUMA ITU EFEKNYA GAK JADI MASALAAHHH!!!” Mark berteriak marah.
Sayangnya karena lupa diri dan berteriak, seluruh koloni naga akhirnya sadar akan hadirnya ketiga tamu tak diundang itu.
“Err… ups?” Mark meneguk ludah. Gleg.
“Dasar anak lutung! Kita harus bergerak cepat! Jangan buang waktu lagi!” Rover mengajak Mark dan Maia mundur perlahan, karena para naga itu bergerak mendekati mereka.
“Me-mereka kelihatannya kurang ramah.” kata Maia.
Dua ekor naga muda yang letaknya dekat dengan mereka berjalan dengan penuh keyakinan. Seakan-akan meringis dan mengejek ketiga lakon kita sambil mengucap “Hehehe… mau lari kemana kalian? Dasar dungu… biasanya kita yang berburu mangsa, eh ini malah ada mangsa mendatangi kita!”
“Baiklah, tidak ada jalan lain.” Rover segera mengambil posisi melindungi Mark dan Maia. “Kalian mundur sedikit.”
Tangan kiri Rover menggenggam pergelangan tangan kanan sementara telapak tangan kanan dibuka lebar-lebar. Konsentrasi ki tingkat tinggi segera dilakukan dan difokuskan pada telapak tangan kanan itu. Menggabungkan enerji ki dan tenaga dari Rune Orb bukan perkara mudah. Gigi Rover bergemeretak, saling beradu satu sama lain. Urat-uratnya menonjol dan seluruh tubuhnya bergetar hebat (Menahan diri untuk tidak kentut juga memungkinkan adegan seperti ini terjadi, tapi tentunya efek yang akan dihasilkan lain sama sekali). Rune Orb berelemen angin dan api dari saku baju Rover mengeluarkan sinar terang, kekuatannya sedang bergabung dengan ki Rover.
“CROSSFIRE HURRICANE!!!!!”
BLAAAAMMMM!!!
BLARRR!!
BLUARRRRRRRRRRRRR!!!
Dari telapak tangan Rover keluar sinar biru yang melingkar-lingkar seperti angin puting beliung yang dililit oleh lidah api dan menembus tubuh kedua naga dengan dahsyatnya. Sinar itu ditembakkan ke langit-langit gua.
Hasilnya?
Dinding gua bergetar hebat, batu demi batu, tanah demi tanah luruh ke bawah, langit-langit pun mulai runtuh. Naga-naga berteriak marah dengan panik. Mereka berlarian kesana kemari mencoba menyelamatkan diri. Naga raksasa terbesar dan sepertinya tertua di koloni itu memandang Rover dengan penuh kemarahan. Dia bergerak dengan cepat dan terbang menutup pintu keluar gua.
Rover, Mark dan Maia juga terjebak!!
“Kutukupret!!” maki Rover marah-marah. “Langit gua bakal runtuh gak nyampe 30 detik lagi!!”
“Tembak aja naganya!!” usul Mark. “Tadi kan tembus tuh!”
“Dodolipret! Emangnya gampang? Kalo udah dipake sekali, Rune Orb langsung recharge paling nggak sampe lima menit. Aku gak bisa make Crossfire Hurricane untuk sementara.” Rover membantah. “Maia! Kamu punya Invisible Orb?”
“Ahhh iyaa!! Adaaa!!” kata Maia dengan cepat.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Jreng-jreng-jreng!!!
Permisi sodara-sodara!!!
Saya adalah Mr. Knowledge!! (Boleh dibaca Mister Nolej untuk memudahkan pembaca yang menyukai dubbing!).
Tugas saya dalam cerita ini adalah membantu penulis menerangkan tentang benda atau lokasi unik yang ada dalam cerita. Saya juga membantu penulis untuk tidak terlalu kerepotan menulis Shaven’s Note nun jauh di bawah sana karena pada dasarnya penulis memang pemalas. Baiklah… sekarang saya akan menerangkan tentang Invisible Orb!
Apa itu Invisible Orb?
Invisible Orb adalah Orb yang bisa digunakan untuk membuat pemiliknya menghilang sesaat. Biasanya dipake oleh maling, koruptor yang mau kabur, pelaku peledakan bom, suami yang selingkuh ataupun orang yang hobi ngutang tapi gak hobi bayar.
Demikianlah keterangan saya… mudah-mudahan bisa membantu!
Jreng-jreng-jreng!!!
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
“Invisible Orb?” Mark kebingungan. “Apa rencana Ayah? Sebaiknya cepat!”
“Orb memang digunakan untuk mem-boost atau menambah enerji ki atau sihir, biasanya untuk keperluan itu digunakan Orb berelemen atau Rune Orb. Orb lain digunakan untuk temporary magic usage (Seperti Scanner Orb) dan hanya bisa digunakan oleh para Mage, Wizard, Sisterhood atau pengguna magis lain.” Kata Rover. “Dengan menggunakan Invisible Orb, kita bisa menghilang sesaat dan kabur dari naga sialan ini.”
Memang aneh, walaupun kondisi sangat gawat dan berpacu dengan waktu, tapi Rover masih sempat menerangkan sampai lumayan banyak. Yah, namanya aja cerita fiksi, jangan banyak protes dong! Kayaknya sih Rover gak mau kalah sama Mister Nolej. Hihihi…
Invisible Orb di tangan Maia memancarkan cahaya berwarna putih keabu-abuan yang makin lama makin menyilaukan dan…
ZAP!!
Ketiga orang di hadapan sang naga raksasa menghilang! Naga itu pun melongo. Lho, kemana tadi? Tidak lama setelah melongo, langit-langit runtuh menimpa seluruh naga yang berada di dalam gua.
GRMBBBLLLL!!!
BRUAALLLLL!!!!
GRMBBBLLL!!
Langit-langit gua runtuh dengan cepat, menimbun siapapun yang ada di bawah. Para naga yang tidak siap berteriak-teriak marah, namun terlambat, mereka semua tertimbun. Sang raja naga tanah meraung marah. Dengan kekuatan terakhirnya, dia menghembuskan nafas api menembus lorong gua. Dia tahu ketiga orang yang melarikan diri tadi pasti menyelamatkan diri. Tidak akan semudah itu!
Dan dinding gua pun runtuh menimpa sang naga terakhir.
Bagaimana nasib para jagoan kita? Setelah menggunakan Invisible Orb, Rover, Mark dan Maia berlari sekuat tenaga melewati lorong yang tadi mereka lalui. Setelah selang beberapa saat, kekuatan orb itu melemah, dan mereka bisa terlihat.
“Huff-huff… ba-bagaimana? Apa sudah selesai?” Mark sekali-sekali melirik ke belakang. “Huff… hufff…”
“Hosh-hosh… ja-jangan banyak omong! Mendingan lari! Hosh-hosh! Gua ini bakal ambruk!” Rover membentak. “Su-suara apa itu?”
BRABRABRABRAB!!!
Nafas api kiriman sang raja naga merajalela di sela-sela runtuhnya dinding dan langit-langit gua. Ketiga jagoan kita pun melongo. Apa gak cukup menegangkan nih guanya ambruk? Masih ditambah api pula? Huwaaaaaaa…
Rover, Mark dan Maia berlari lebih kencang lagi. Entah dari mana mereka mendapatkan sisa tenaga untuk terus berlari menyelamatkan diri. Keinginan untuk survive membuat mereka terus berusaha sekuat tenaga.
Seakan teringat sesuatu, Maia berkomat-kamit.
“Gnud-Nile-Paganet!” teriaknya. “SHELTERSPHERE!!”
Tiba-tiba saja tubuh Rover, Mark dan Maia yang sedang berlari terlindung selubung melingkar berwarna biru. Api yang hampir mencapai mereka gagal menembus selubung biru itu.
“A-apa ini? Sihir?” Mark bertanya-tanya saat menyaksikan kekuatan pelindung yang diciptakan oleh Maia. “Sphere apa? Ini sihir kan?”
“Iya.” Angguk Maia. “Sihir perlindungan ‘Sheltersphere’. Aku masih rookie dan belum mempunyai banyak pengalaman. Sedikit banyak kita sudah dibantu oleh Rune Orb, Invisible Orb dan Scanner Orb. Tapi aku juga punya kekuatan, aku ingin lebih berguna dan tidak bergantung pada Orb saja. Aku bisa mengeluarkan force field yang akan melindungi kita, tapi aku minta maaf. Kekuatanku masih sangat minim, seandainya tidak cepat, aku khawatir sebelum keluar dari gua ini aku sudah tidak kuat lagi.”
“Hngh! Bicara apa kamu ini?” Rover tersenyum untuk sesaat. “Mark, gendong dia! Jangan biarkan gadis ini mengeluarkan enerji terlalu banyak untuk lari, biarkan dia berkonsentrasi menahan Sheltersphere selama dia bisa!”
“A-apa!?!” Mark melongo. “Menggendong dia? Yang benar saja!!”
“Ma-maaf, tapi aku ti-tidak perlu…” Maia ikut protes.
“Hrhh!! Capek aku mengurus kalian berdua! Kalo kamu gak mau nggendong, aku yang akan membopong gadis itu! Pilih mana?” Rover tetap pada pendiriannya. “Kita tidak punya banyak waktu!”
Mark terdiam sesaat.
“Maafkan aku.” Kata Mark sambil melirik ke arah Maia yang langsung memerah pipinya. “Ini urusan menyelamatkan diri lho, gak ada maksud pervert. Aku Monster Hunter profesional, jadi aku melakukan ini semata-mata demi tuntutan pekerjaan.”
“Ma-maaf merepotkan.” Maia menundukkan wajahnya. “Ta-tapi sungguh, aku tidak perlu digen… huwwwaaaaa…”
Dengan sigap dan malu-malu kucing padahal dalam hatinya senengnya bukan main, Mark menggendong Maia. Rover mengangguk setuju. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan terlindung. Untung saja Maia termasuk cewek singset dan langsing, sehingga Mark tidak terlalu kerepotan.
“Pe-pegang erat-erat.” Kata Mark.
“I-iya… te-terima kasih.” Jawab Maia.
Dengan melingkarkan tangan di bahu Mark, Maia terus berusaha mempertahankan Sheltersphere. Gua di belakang mereka rubuh semakin cepat, ketiga jagoan kita pun berkejaran dengan waktu. Untungnya, dalam perjalanan kembali menuju pintu masuk pertambangan, monster-monster kecil yang tadinya menghadang menghilang entah kemana.
“Err… a-aku tidak tahu apa ini waktu yang tepat untuk mengatakan ini… ta-tapi… euh…” tiba-tiba saja Maia membuka percakapan dengan sedikit shock. Mirip pengusaha ayam yang tahu ayamnya menelurkan telur angsa. “Ta-tapi… Scanner Orb masih mengindikasikan adanya sarang naga tanah yang lain disini.”
“APA!?!” saking terkejutnya, Mark hampir menjatuhkan Maia.
“Tidak ada waktu untuk mencarinya.” Sahut Rover bijak sekaligus logis, “Mudah-mudahan sarang lain pun ambruk. Melihat kondisi kita sekarang, kita tidak mungkin membasmi sarang naga yang lain itu.”
“I-iya…” Maia mengangguk.
Setelah melalui berbagai rintangan dan berkejar-kejaran dengan gua yang longsor, ketiga tokoh utama kita akhirnya berhasil mencapai pintu masuk gua. Rover langsung berlari keluar dan menghirup udara segar.
“Untunglah pintunya masih ada! Aku sudah takut kalau-kalau pintu masuk gua juga ikut longsor!” kata Mark sambil menurunkan Maia, keadaan sudah aman dan kejaran longsoran gua sepertinya mulai berkurang kecepatannya, singkat cerita, mereka sudah aman. “Maia, bagaimana keadaanmu? Capek sekali yah?”
“Iya… huaahh…” Maia melenturkan badan, merapal Sheltersphere sangat menguras tenaganya. “Untunglah kita selamat.”
“Ayah?” Mark baru sadar, sejak melangkahkan kaki keluar gua, Rover terdiam saja di ambang pintu dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Sepertinya terpaku menatap sesuatu. “Ada apa?”
“Ti-tidak mungkin.” Rover bergumam tidak jelas. “Sebaiknya kalian cepat kemari.”
“He?” Mark dan Maia berpandangan dan menyusul Rover.
Tanpa disengaja, mulut mereka berdua menganga lebar. Di depan mereka, terhampar tanah luas dengan reruntuhan bangunan yang hancur dimana-mana, kondisi tempat yang menunjukkan adanya peperangan hebat yang baru saja terjadi.
“Ti-tidak mungkin!!” Maia luruh ke tanah dengan lemas. “Ko-kotanya…”
Mark menggelengkan kepala seakan tidak percaya. “Ko-kotanya?”
Rover mengangguk dengan pandangan mata kosong dan keringat dingin mengalir. “Kota Carmelion… sudah rata dengan tanah.”
-Bersambung-
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Shaven’s Note :
* Mungkin hal yang paling sulit dipahami dalam cerita ini adalah soal Orb. Orb itu benda bunder kayak mutiara (tapi ukurannya lebih gede lagi). Aku mengikuti jejak serial Suikoden dalam penggunaan istilah ‘Orb’ dan ‘Rune Orb’. Mudah-mudahan gak terjebak sampe terlalu mirip. Rune Orb di Therian adalah benda magis yang akan memboost efek serangan ki. Supaya memudahkan, Rune Orb adalah materia yang mengandung kekuatan elemental seperti api, air, tanah, udara, angin, es dan lain-lainnya. Sedangkan Orb biasa adalah Orb yang memiliki kemampuan ‘supranatural’ yang mampu melakukan sihir temporary. Supaya gak kejebak pula, aku menentukan mereka yang mampu menggunakan kemampuan sihir sebuah Orb adalah para Mage dan sejawatnya.
* Ada banyak jenis naga di Therian dan semuanya memiliki dua elemen utama, yaitu api dan elemen lain. Naga yang sedang diburu di atas adalah jenis naga tanah.
* “Gnud-Nile-Paganet” adalah sihir yang diteriakkan oleh Maia untuk memunculkan Sheltersphere. Ide memunculkan kata-kata aneh itu berasal dari tokoh Zatanna, magician DC Comics yang melakukan sihir dengan membalik kata-kata. Aku menambah garis sambung supaya tidak mirip dengan Zatanna dan memberi kesan ‘rapalan sihir’. Hehehe…
* Bagian/Chapter ini memang sedikit singkat (tentunya karena malas ^^;), soalnya aku gak pengen terlalu lama terjebak di gua pertambangan. Masih banyak ide lain, dan di bagian-bagian awal ini, aku gak pengen memunculkan tokoh lain selain mereka bertiga, di cerita-cerita mendatang, mungkin aku akan memunculkan tokoh antagonisnya, tapi mungkin juga tidak. Hehehe… itu sebabnya aku segera mengeluarkan mereka bertiga dari pertambangan, the story must go on.
Created by Shaven
CHAPTER FOUR
Crossfire Hurricane
“Crossfire Hurricane adalah tembakan akumulasi ki yang digabungkan dengan dua Rune Orb berelemen api dan angin. Hasilnya adalah tembakan badai api terpusat pada satu titik namun memiliki ekor api dan angin yang menyebar ke segala penjuru.” Rover menerangkan. “Ini adalah ilmu turun temurun keluarga Ray. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakannya karena efeknya lumayan gawat.”
“A-apa!?” Mark berkeringat dingin. “Jangan-jangan…”
“Jangan-jangan Tuan Rover akan meninggal setelah menggunakan Crossfire Hurricane?” desak Maia yang juga menjadi khawatir. “Jangan! Kumohon jangan gunakan, Tuan Rover!!”
“Siapa bilang aku bakal mati?” Rover melengos. “Enak aja nuduh! Efeknya adalah si pengguna akan lapar berat. Padahal ransum yang kita bawa hanya terbatas… hmm… benar-benar harus dipikirkan masak-masak…”
GUBRAGS!!
Maia dan Mark jatuh terjengkang.
“YANG BENAR SAJAAA!! KALO CUMA ITU EFEKNYA GAK JADI MASALAAHHH!!!” Mark berteriak marah.
Sayangnya karena lupa diri dan berteriak, seluruh koloni naga akhirnya sadar akan hadirnya ketiga tamu tak diundang itu.
“Err… ups?” Mark meneguk ludah. Gleg.
“Dasar anak lutung! Kita harus bergerak cepat! Jangan buang waktu lagi!” Rover mengajak Mark dan Maia mundur perlahan, karena para naga itu bergerak mendekati mereka.
“Me-mereka kelihatannya kurang ramah.” kata Maia.
Dua ekor naga muda yang letaknya dekat dengan mereka berjalan dengan penuh keyakinan. Seakan-akan meringis dan mengejek ketiga lakon kita sambil mengucap “Hehehe… mau lari kemana kalian? Dasar dungu… biasanya kita yang berburu mangsa, eh ini malah ada mangsa mendatangi kita!”
“Baiklah, tidak ada jalan lain.” Rover segera mengambil posisi melindungi Mark dan Maia. “Kalian mundur sedikit.”
Tangan kiri Rover menggenggam pergelangan tangan kanan sementara telapak tangan kanan dibuka lebar-lebar. Konsentrasi ki tingkat tinggi segera dilakukan dan difokuskan pada telapak tangan kanan itu. Menggabungkan enerji ki dan tenaga dari Rune Orb bukan perkara mudah. Gigi Rover bergemeretak, saling beradu satu sama lain. Urat-uratnya menonjol dan seluruh tubuhnya bergetar hebat (Menahan diri untuk tidak kentut juga memungkinkan adegan seperti ini terjadi, tapi tentunya efek yang akan dihasilkan lain sama sekali). Rune Orb berelemen angin dan api dari saku baju Rover mengeluarkan sinar terang, kekuatannya sedang bergabung dengan ki Rover.
“CROSSFIRE HURRICANE!!!!!”
BLAAAAMMMM!!!
BLARRR!!
BLUARRRRRRRRRRRRR!!!
Dari telapak tangan Rover keluar sinar biru yang melingkar-lingkar seperti angin puting beliung yang dililit oleh lidah api dan menembus tubuh kedua naga dengan dahsyatnya. Sinar itu ditembakkan ke langit-langit gua.
Hasilnya?
Dinding gua bergetar hebat, batu demi batu, tanah demi tanah luruh ke bawah, langit-langit pun mulai runtuh. Naga-naga berteriak marah dengan panik. Mereka berlarian kesana kemari mencoba menyelamatkan diri. Naga raksasa terbesar dan sepertinya tertua di koloni itu memandang Rover dengan penuh kemarahan. Dia bergerak dengan cepat dan terbang menutup pintu keluar gua.
Rover, Mark dan Maia juga terjebak!!
“Kutukupret!!” maki Rover marah-marah. “Langit gua bakal runtuh gak nyampe 30 detik lagi!!”
“Tembak aja naganya!!” usul Mark. “Tadi kan tembus tuh!”
“Dodolipret! Emangnya gampang? Kalo udah dipake sekali, Rune Orb langsung recharge paling nggak sampe lima menit. Aku gak bisa make Crossfire Hurricane untuk sementara.” Rover membantah. “Maia! Kamu punya Invisible Orb?”
“Ahhh iyaa!! Adaaa!!” kata Maia dengan cepat.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Jreng-jreng-jreng!!!
Permisi sodara-sodara!!!
Saya adalah Mr. Knowledge!! (Boleh dibaca Mister Nolej untuk memudahkan pembaca yang menyukai dubbing!).
Tugas saya dalam cerita ini adalah membantu penulis menerangkan tentang benda atau lokasi unik yang ada dalam cerita. Saya juga membantu penulis untuk tidak terlalu kerepotan menulis Shaven’s Note nun jauh di bawah sana karena pada dasarnya penulis memang pemalas. Baiklah… sekarang saya akan menerangkan tentang Invisible Orb!
Apa itu Invisible Orb?
Invisible Orb adalah Orb yang bisa digunakan untuk membuat pemiliknya menghilang sesaat. Biasanya dipake oleh maling, koruptor yang mau kabur, pelaku peledakan bom, suami yang selingkuh ataupun orang yang hobi ngutang tapi gak hobi bayar.
Demikianlah keterangan saya… mudah-mudahan bisa membantu!
Jreng-jreng-jreng!!!
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
“Invisible Orb?” Mark kebingungan. “Apa rencana Ayah? Sebaiknya cepat!”
“Orb memang digunakan untuk mem-boost atau menambah enerji ki atau sihir, biasanya untuk keperluan itu digunakan Orb berelemen atau Rune Orb. Orb lain digunakan untuk temporary magic usage (Seperti Scanner Orb) dan hanya bisa digunakan oleh para Mage, Wizard, Sisterhood atau pengguna magis lain.” Kata Rover. “Dengan menggunakan Invisible Orb, kita bisa menghilang sesaat dan kabur dari naga sialan ini.”
Memang aneh, walaupun kondisi sangat gawat dan berpacu dengan waktu, tapi Rover masih sempat menerangkan sampai lumayan banyak. Yah, namanya aja cerita fiksi, jangan banyak protes dong! Kayaknya sih Rover gak mau kalah sama Mister Nolej. Hihihi…
Invisible Orb di tangan Maia memancarkan cahaya berwarna putih keabu-abuan yang makin lama makin menyilaukan dan…
ZAP!!
Ketiga orang di hadapan sang naga raksasa menghilang! Naga itu pun melongo. Lho, kemana tadi? Tidak lama setelah melongo, langit-langit runtuh menimpa seluruh naga yang berada di dalam gua.
GRMBBBLLLL!!!
BRUAALLLLL!!!!
GRMBBBLLL!!
Langit-langit gua runtuh dengan cepat, menimbun siapapun yang ada di bawah. Para naga yang tidak siap berteriak-teriak marah, namun terlambat, mereka semua tertimbun. Sang raja naga tanah meraung marah. Dengan kekuatan terakhirnya, dia menghembuskan nafas api menembus lorong gua. Dia tahu ketiga orang yang melarikan diri tadi pasti menyelamatkan diri. Tidak akan semudah itu!
Dan dinding gua pun runtuh menimpa sang naga terakhir.
Bagaimana nasib para jagoan kita? Setelah menggunakan Invisible Orb, Rover, Mark dan Maia berlari sekuat tenaga melewati lorong yang tadi mereka lalui. Setelah selang beberapa saat, kekuatan orb itu melemah, dan mereka bisa terlihat.
“Huff-huff… ba-bagaimana? Apa sudah selesai?” Mark sekali-sekali melirik ke belakang. “Huff… hufff…”
“Hosh-hosh… ja-jangan banyak omong! Mendingan lari! Hosh-hosh! Gua ini bakal ambruk!” Rover membentak. “Su-suara apa itu?”
BRABRABRABRAB!!!
Nafas api kiriman sang raja naga merajalela di sela-sela runtuhnya dinding dan langit-langit gua. Ketiga jagoan kita pun melongo. Apa gak cukup menegangkan nih guanya ambruk? Masih ditambah api pula? Huwaaaaaaa…
Rover, Mark dan Maia berlari lebih kencang lagi. Entah dari mana mereka mendapatkan sisa tenaga untuk terus berlari menyelamatkan diri. Keinginan untuk survive membuat mereka terus berusaha sekuat tenaga.
Seakan teringat sesuatu, Maia berkomat-kamit.
“Gnud-Nile-Paganet!” teriaknya. “SHELTERSPHERE!!”
Tiba-tiba saja tubuh Rover, Mark dan Maia yang sedang berlari terlindung selubung melingkar berwarna biru. Api yang hampir mencapai mereka gagal menembus selubung biru itu.
“A-apa ini? Sihir?” Mark bertanya-tanya saat menyaksikan kekuatan pelindung yang diciptakan oleh Maia. “Sphere apa? Ini sihir kan?”
“Iya.” Angguk Maia. “Sihir perlindungan ‘Sheltersphere’. Aku masih rookie dan belum mempunyai banyak pengalaman. Sedikit banyak kita sudah dibantu oleh Rune Orb, Invisible Orb dan Scanner Orb. Tapi aku juga punya kekuatan, aku ingin lebih berguna dan tidak bergantung pada Orb saja. Aku bisa mengeluarkan force field yang akan melindungi kita, tapi aku minta maaf. Kekuatanku masih sangat minim, seandainya tidak cepat, aku khawatir sebelum keluar dari gua ini aku sudah tidak kuat lagi.”
“Hngh! Bicara apa kamu ini?” Rover tersenyum untuk sesaat. “Mark, gendong dia! Jangan biarkan gadis ini mengeluarkan enerji terlalu banyak untuk lari, biarkan dia berkonsentrasi menahan Sheltersphere selama dia bisa!”
“A-apa!?!” Mark melongo. “Menggendong dia? Yang benar saja!!”
“Ma-maaf, tapi aku ti-tidak perlu…” Maia ikut protes.
“Hrhh!! Capek aku mengurus kalian berdua! Kalo kamu gak mau nggendong, aku yang akan membopong gadis itu! Pilih mana?” Rover tetap pada pendiriannya. “Kita tidak punya banyak waktu!”
Mark terdiam sesaat.
“Maafkan aku.” Kata Mark sambil melirik ke arah Maia yang langsung memerah pipinya. “Ini urusan menyelamatkan diri lho, gak ada maksud pervert. Aku Monster Hunter profesional, jadi aku melakukan ini semata-mata demi tuntutan pekerjaan.”
“Ma-maaf merepotkan.” Maia menundukkan wajahnya. “Ta-tapi sungguh, aku tidak perlu digen… huwwwaaaaa…”
Dengan sigap dan malu-malu kucing padahal dalam hatinya senengnya bukan main, Mark menggendong Maia. Rover mengangguk setuju. Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan terlindung. Untung saja Maia termasuk cewek singset dan langsing, sehingga Mark tidak terlalu kerepotan.
“Pe-pegang erat-erat.” Kata Mark.
“I-iya… te-terima kasih.” Jawab Maia.
Dengan melingkarkan tangan di bahu Mark, Maia terus berusaha mempertahankan Sheltersphere. Gua di belakang mereka rubuh semakin cepat, ketiga jagoan kita pun berkejaran dengan waktu. Untungnya, dalam perjalanan kembali menuju pintu masuk pertambangan, monster-monster kecil yang tadinya menghadang menghilang entah kemana.
“Err… a-aku tidak tahu apa ini waktu yang tepat untuk mengatakan ini… ta-tapi… euh…” tiba-tiba saja Maia membuka percakapan dengan sedikit shock. Mirip pengusaha ayam yang tahu ayamnya menelurkan telur angsa. “Ta-tapi… Scanner Orb masih mengindikasikan adanya sarang naga tanah yang lain disini.”
“APA!?!” saking terkejutnya, Mark hampir menjatuhkan Maia.
“Tidak ada waktu untuk mencarinya.” Sahut Rover bijak sekaligus logis, “Mudah-mudahan sarang lain pun ambruk. Melihat kondisi kita sekarang, kita tidak mungkin membasmi sarang naga yang lain itu.”
“I-iya…” Maia mengangguk.
Setelah melalui berbagai rintangan dan berkejar-kejaran dengan gua yang longsor, ketiga tokoh utama kita akhirnya berhasil mencapai pintu masuk gua. Rover langsung berlari keluar dan menghirup udara segar.
“Untunglah pintunya masih ada! Aku sudah takut kalau-kalau pintu masuk gua juga ikut longsor!” kata Mark sambil menurunkan Maia, keadaan sudah aman dan kejaran longsoran gua sepertinya mulai berkurang kecepatannya, singkat cerita, mereka sudah aman. “Maia, bagaimana keadaanmu? Capek sekali yah?”
“Iya… huaahh…” Maia melenturkan badan, merapal Sheltersphere sangat menguras tenaganya. “Untunglah kita selamat.”
“Ayah?” Mark baru sadar, sejak melangkahkan kaki keluar gua, Rover terdiam saja di ambang pintu dan tidak mengucapkan sepatah katapun. Sepertinya terpaku menatap sesuatu. “Ada apa?”
“Ti-tidak mungkin.” Rover bergumam tidak jelas. “Sebaiknya kalian cepat kemari.”
“He?” Mark dan Maia berpandangan dan menyusul Rover.
Tanpa disengaja, mulut mereka berdua menganga lebar. Di depan mereka, terhampar tanah luas dengan reruntuhan bangunan yang hancur dimana-mana, kondisi tempat yang menunjukkan adanya peperangan hebat yang baru saja terjadi.
“Ti-tidak mungkin!!” Maia luruh ke tanah dengan lemas. “Ko-kotanya…”
Mark menggelengkan kepala seakan tidak percaya. “Ko-kotanya?”
Rover mengangguk dengan pandangan mata kosong dan keringat dingin mengalir. “Kota Carmelion… sudah rata dengan tanah.”
-Bersambung-
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Shaven’s Note :
* Mungkin hal yang paling sulit dipahami dalam cerita ini adalah soal Orb. Orb itu benda bunder kayak mutiara (tapi ukurannya lebih gede lagi). Aku mengikuti jejak serial Suikoden dalam penggunaan istilah ‘Orb’ dan ‘Rune Orb’. Mudah-mudahan gak terjebak sampe terlalu mirip. Rune Orb di Therian adalah benda magis yang akan memboost efek serangan ki. Supaya memudahkan, Rune Orb adalah materia yang mengandung kekuatan elemental seperti api, air, tanah, udara, angin, es dan lain-lainnya. Sedangkan Orb biasa adalah Orb yang memiliki kemampuan ‘supranatural’ yang mampu melakukan sihir temporary. Supaya gak kejebak pula, aku menentukan mereka yang mampu menggunakan kemampuan sihir sebuah Orb adalah para Mage dan sejawatnya.
* Ada banyak jenis naga di Therian dan semuanya memiliki dua elemen utama, yaitu api dan elemen lain. Naga yang sedang diburu di atas adalah jenis naga tanah.
* “Gnud-Nile-Paganet” adalah sihir yang diteriakkan oleh Maia untuk memunculkan Sheltersphere. Ide memunculkan kata-kata aneh itu berasal dari tokoh Zatanna, magician DC Comics yang melakukan sihir dengan membalik kata-kata. Aku menambah garis sambung supaya tidak mirip dengan Zatanna dan memberi kesan ‘rapalan sihir’. Hehehe…
* Bagian/Chapter ini memang sedikit singkat (tentunya karena malas ^^;), soalnya aku gak pengen terlalu lama terjebak di gua pertambangan. Masih banyak ide lain, dan di bagian-bagian awal ini, aku gak pengen memunculkan tokoh lain selain mereka bertiga, di cerita-cerita mendatang, mungkin aku akan memunculkan tokoh antagonisnya, tapi mungkin juga tidak. Hehehe… itu sebabnya aku segera mengeluarkan mereka bertiga dari pertambangan, the story must go on.
0 comments:
Post a Comment